Setiap orang percaya dipanggil Tuhan untuk menjadi saksi dan memberitakan Injil. Panggilan itu bukan hanya untuk dimulai, tetapi harus dijalani dengan setia sampai selesai. Dalam perjalanan memberitakan Injil, kita dapat menghadapi berbagai kesulitan, seperti rasa takut, penolakan, kelelahan, dan berbagai masalah. Namun, semua itu tidak boleh membuat kita berhenti.
Paulus memberikan teladan tentang bagaimana menyelesaikan panggilan Tuhan dengan baik. Ia berkata dalam 2 Timotius 4:7 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Perkataan ini menunjukkan bahwa Paulus tetap setia menjalankan tugasnya sampai akhir.
Menyelesaikan panggilan pemberitaan Injil berarti tetap setia meskipun menghadapi kesulitan. Kita tidak boleh hanya bersemangat ketika keadaan baik, tetapi harus tetap melayani ketika menghadapi tantangan.
Memberitakan Injil juga tidak selalu berarti berkhotbah di depan banyak orang. Kita dapat memberitakan Injil melalui perkataan, kasih, pelayanan, pertolongan, kejujuran, pengampunan, dan kehidupan yang menjadi teladan bagi orang lain. Keluarga, teman, tempat kerja, gereja, dan masyarakat adalah tempat di mana kita dapat menjadi saksi Kristus.
Yang terpenting bukan seberapa besar pelayanan kita di hadapan manusia, tetapi apakah kita setia melakukan apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Kita tidak perlu menunggu kesempatan yang besar. Kita dapat mulai dari orang-orang yang ada di sekitar kita.
Tuhan tidak selalu meminta kita melakukan sesuatu yang besar. Tuhan menghendaki kita setia terhadap apa yang telah dipercayakan-Nya. Kita dapat memberitakan Injil melalui perkataan, pelayanan, kasih, dan kehidupan kita sehari-hari.
Karena itu untuk menyelesaikan panggilan sebagai orang percayab kita harus tetap setia menjadi saksi Kristus sampai akhirnya, sehingga suatu hari nanti kita dapat berkata seperti Paulus “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”.